Untukmu, Penggerutu

Mereka yang lemas terkulai,
Mereka yang duduk meratapi.

Wahai manusia,
Mengapa engkau penuh dusta,
Mengaku tidak padahal iya,
Mengaku waras padahal gila.

Untuk apa melagu,
Untuk apa menyandarkan bahu,
Tanah ini tak peduli sendumu,
Tanah ini tak peduli risaumu,
Apalagi lelahmu.

Kuatkan saja langkahmu,
Kuatkan saja hatimu,
Wahai manusia sang penggerutu.

Leave a Reply