My Exchange Story! – 02: Visa Jepang Gratis!

Penampakan loket Japan Embassy di Jakarta. Desain ruangannya yang kotak-kotak sangat ke-Jepang-an ya (?)

Haloo!

Setelah di tulisan sebelumnya gue membahas tentang mekanisme seleksi buat daftar exchange di Universitas Indonesia, sekarang gue mau cerita tentang tata cara pengurusan visa Jepang. Spoiler alert: nggak ribet.

Karena gue cukup yakin di Internet udah banyak yang membahas tentang pengalaman ngurus visa di Jepang, jadi gue tulis dalam format Q&A yaa supaya simple.

  • Berapa lama Thir ngurus visanya? Gue datang ke Japan Embassy di Jakarta tanggal 1 September (hari Kamis), dan visa udah siap diambil tanggal 6 (hari Selasa). Kalau dihitung berarti membutuhkan waktu 4 hari kerja.
  • Dokumen apa aja Thir yang dibutuhkan? Nih langsung gue kasih daftarnya aja yaa (ini untuk keperluan exchange, untuk keperluan yang lain bisa cek lengkapnya di sini):
    • Foto ukuran 4,5×4,5 (ini ukuran yang tidak umum, jadi bisa cetak sendiri atau pake foto ukuran yang lebih besar terus digunting sendiri),
    • KTP dan fotokopiannya,
    • Paspor,
    • Isian form (bisa di-unduh di tautan ini),
    • Certificate of Eligibility (ini dokumen dari Jepang, dikirim langsung Tohoku University).
  • Ngurusnya bisa di Embassy mana aja apa gimana, Thir? Oh iya, untuk mengurus visa di Jepang harus sesuai sama daerah yang tertera di KTP. Karena gue KTP-nya asal Surabaya, jadi harusnya ngurus di Japan Embassy Surabaya. Tapi ternyata tinggal menyertakan surat keterangan mahasiswa aktif dari fakultas dan voila! Gue pas datang pertama kali ke Embassy lupa belum ngurus ini jadi disuruh pulang dan balik lagi kalau udah ada surat keterangannya huhu. Kalau insecure tentang harus ngurus di Embassy daerah mananya, coba langsung telpon dan tanya aja kedutaannya.
Certificate of Eligibility
Certificate of Eligibility
  • Biayanya berapa Thir? Spoiler alert: Gratis. Jadi selesai dateng ke Embassy dan menyerahkan semua dokumen yang diperlukan petugasnya bilang ke gue, “Visanya bisa diambil minggu depan hari Selasa, jangan lupa siapkan Rp330,000 ya.” Akan tetapi pas gue dateng hari Selasa, petugasnya bilang kalo visanya Jadi kesimpulannya adalah: yang bisa menentukan gratis apa enggak-nya visa itu adalah Embassy. Ada yang bilang gratis karena gue menyertakan surat keterangan mahasiswa S1, ada yang bilang karena daerah tujuan gue adalah Sendai (gue nggak sempet nanya sama petugasnya karena pas itu lagi buru-buru ngejar jadwal keberangkatan Kereta).
Yeah! (so excited)
Yeah! (so excited)
  • Pas di Embassy ngantrinya lama? Sama sekali enggak. Pas pertama dateng buat ngasih dokumen yang diperlukan, nomor antrian gue terpaut sekitar 15an dari nomor yang sekarang maju di loket. Tapi gue hanya menunggu sekitar 20-30 menit dan nomor gue udah dipanggil. Oh iya, untuk pengumpulan berkas ada jam tertentunya. Untuk permohonan visa, bisa dateng ke Embassy jam 08.00-12.00. Nah pas itu, gue dateng jam 11.30 (emang suka mepet deadline orangnya). Nah untuk pengambilan visa bisa dilakukan jam 13.30-16.00. Pas pengambilan ini gue dateng jam 13.00 tapi ternyata udah banyaaak banget yang antri di luar huhu. Begitu ambil nomor antrian, ternyata udah ada 37 orang yang ada di atas gue. Beruntungnya, tiba-tiba orang yang duduk di sebelah gue bilang, “Ini ambil aja nomor antrian saya, aslinya saya ambilkan buat temen saya tapi dia nggak jadi dateng.” Dan nomor antriannya selisih 20an sama punya gue. Jadi gue cuman nunggu nggak sampe 20 menit untuk dipanggil ke loket. What a day, what a man.
Jangan lupa ambil tiket apabila sudah tiba di loket antrian
Jangan lupa ambil tiket apabila sudah tiba di loket antrian
  • Udah Thir segitu aja? Iya gitu aja ternyata.

 

Jadi segitu aja yaa cerita tentang pengurusan visa (yang gratis) ke Jepang. Di tulisan selanjutnya gue akan membahas seputar packing karena siapa tau kepo koper gue segede apa, barang apa aja yang (rencananya) mau gue bawa ke Jepang, dan hal-hal lain yang gue siapkan. Seperti biasa, kalo ada pertanyaan boleh banget ditanyain di kolom komentar di bawah ini, atau bisa hubungi gue langsung di mfaathir42@gmail.com.

5 Replies to “My Exchange Story! – 02: Visa Jepang Gratis!”

  1. Kak Faathir, itu kan ga boleh foto di ruangan apply visa ituuu wkwkwk

    1. WKWK yaudah lah dri udah terlanjur

  2. Kak Faathir, itu kan ga boleh foto di ruangan apply visa ituuu wkwkwk

  3. Good luck untuk program exchange nya Thir.

  4. Muhammad Kamil G A says: Reply

    hati2 di jalan Thir!

Leave a Reply