Mencari Satu

20.
Selama hampir 20 tahun hidup di bumi,
Semesta mengajarkanku bermimpi,
“Teruslah berpeluh dalam kejar,
Teruslah berjuang layaknya pijar,
Karena mimpi tak bisa ditawar,”
Begitulah dunia mengajariku.

Maka jadilah aku,
Manusia pemimpi.
Ulung, malah.

Sayangnya,
Aku hanya mampu bermimpi,
Tanpa mampu berlari.

20.
Selepas dua dekade yang berlalu,
Semesta (mencoba) kembali mengajarkanku,
“Mimpi bukanlah akhir,
Karena mimpi dapat menjadikanmu satir,
Karena mimpi bukanlah takdir.

Maka,
Apalah arti bermimpi,
Jika kamu enggan ‘tuk berlelah mencari?”
Begitulah dunia mengajariku.

Maka jadilah aku,
Manusia pelari yang mencari.

1.
Pelarian itu,
Ternyata berujung pada satu.

Satu,
Yang membuatku mengadu ragu.
Satu,
Yang membuatku termangu sendu.
Satu,
Yang membuatku berkata rindu.

Satu adalah cara semesta,
‘Tuk mengajariku bermimpi,
Mengajariku berlari,
Mengajariku,
Tentang yang tak terganti.

Mengajariku,
Bahwa satu,
Adalah segala tentang kamu, sayangku.

Leave a Reply