Tersenyumlah

Sejak awal, kamu berbeda. Di bawah pendar cahaya, kamu tiada sirna. Di bawah tudung malam, kamu tiada padam. Kamulah pelita terterang, yang melenyapkan segala jejak dan bayang. Kamulah gulita tergelap, yang mengaburkan segala alasan dan batasan. Berjumpa dalam mimpi, terjauh yang sanggup kulalui. Ajak aku ke dalam ilusi, dan aku tak ‘kan kuasa memilih pergi. […]

Kala Senja

Tepat pukul 5. Sore itu berlalu seperti biasanya: matahari yang pergi perlahan, dan barisan kendaraan yang memadati jalan. Mobil kami termasuk di dalamnya; menghadapi macet yang bahkan belum puncaknya. “Aduh, kalau seperti ini terus, kita bakal tiba jam berapa ya?” kamu mulai beretorika, pertanda mulai dihinggapi cemas. “Santai aja, kali. Dinikmatin aja,” aku berusaha menanggapi. […]

Untukmu, Penggerutu

Mereka yang lemas terkulai, Mereka yang duduk meratapi. Wahai manusia, Mengapa engkau penuh dusta, Mengaku tidak padahal iya, Mengaku waras padahal gila. Untuk apa melagu, Untuk apa menyandarkan bahu, Tanah ini tak peduli sendumu, Tanah ini tak peduli risaumu, Apalagi lelahmu. Kuatkan saja langkahmu, Kuatkan saja hatimu, Wahai manusia sang penggerutu.

Kamu, Senja, dan Semesta

“Tuh, kan. Manusia mana yang tidak jatuh cinta saat melihat senja!” ujar Dion saat menangkapku terpaku melihat panorama di puncak gunung kala itu. Aku terpaksa mengaku padanya bahwa baru pertama kali ini aku berhadapan langsung dengan senja di puncak gunung. Jika kesempurnaan itu tidak ada, maka mungkin momen ini perlu disebut sebagai “kesempurnaan kualitas dua”. […]

Mencari Satu

20. Selama hampir 20 tahun hidup di bumi, Semesta mengajarkanku bermimpi, “Teruslah berpeluh dalam kejar, Teruslah berjuang layaknya pijar, Karena mimpi tak bisa ditawar,” Begitulah dunia mengajariku. Maka jadilah aku, Manusia pemimpi. Ulung, malah. Sayangnya, Aku hanya mampu bermimpi, Tanpa mampu berlari. — 20. Selepas dua dekade yang berlalu, Semesta (mencoba) kembali mengajarkanku, “Mimpi bukanlah […]

Sekedar Saja

Untuk sebuah pertemuan, terkadang satu hari adalah waktu yang singkat. Apalagi setengah hari saja, apalagi sesaat saja. Untuk sebuah kerinduan, terkadang bertemu bukanlah obat paling mujarab. Apalagi hanya tegur sapa saja, apalagi hanya lempar senyum saja. Untuk sebuah cinta, terkadang sebuah pembuktian saja tidaklah cukup. Apalagi hanya pernyataan saja, apalagi dalam doa saja. Maka, apalah […]

Hanya Bertemu

Coba lihat manusia yang berlalu-lalang di bawah sana. Mereka hanya tegur sapa singkat, lantas pergi cepat. Sekedar bertemu, tak pernah bersatu. Coba lihat langit fajar dan langit malam di atas sana. Mereka juga hanya bersinggungan singkat, lantas pergi cepat. Hanya bertemu, tanpa pernah bersatu. Menyadarkanku, bahwa memang tak ada yang tinggal tetap. Menyadarkanku, bahwa kita […]

Roman Elegi

Kamu tidak tahu apa yang sedang kamu lakukan. Tidak tahu kemana kamu akan menuju. Tidak tahu kemana angin akan membawa. Derap langkahmu tak pernah lebih ragu. Tarikan nafasmu tak pernah lebih sengau. Kamu terus berjalan, detik demi detik. Tanpa lelah mencari kebahagiaan yang sejati. Waktu terus berjalan, hanya saja lebih cepat dari kamu. Waktu terus […]

Persimpangan

Ketika sang fajar belum menyingsing, Ketika udara masih menunggu dingin, Ketika adzan shubuh belum berkeliling. Pikirannya sinting, Batinnya pening, Nuraninya bising. Realita tak bergeming, Angan seperti asing, Dia dibuat pening. Tuhan, dia benci dibuat memilih Ditengah gegap lantunan ayat suci, Al Hikam, 14 November 2014, 04:01 AM