Akuarium

Pernahkah kalian diam terpana ketika melihat sebuah akuarium?

Pernahkah kalian terpana melihat ikan didalamnya yang berputar-putar di dalam, lantas menyusun berbagai strategi untuk menarik perhatian mereka seperti menempelkan jari kita ke dinding akuarium atau mencelupkan jari kita dari atas, berharap sang ikan menghampirinya agar kita bisa melihat mereka lebih dekat?

Pernahkah kalian terpikir, betapa cepat sang ikan kembali berenang setelah sesaat menghampiri jari kita?

Pernahkan kalian terpikir, kenapa sang ikan tak diciptakan bisa bicara layaknya manusia, agar mereka bisa memberitahu kita kenapa ia tiba-tiba bergerak pergi?

Pernahkah kalian terpikir, setelah diam terpana sekian lama memandangi sang ikan yang bergerak pergi, bahwa betapa menyebalkannya dinding akuarium yang menghalangi kita dengan sang ikan?

Pernahkah kalian terpikir, bahwa sebenarnya hidup bebas di luar akuarium bukanlah sebuah pilihan bagi sang ikan, yang bahkan tempat menetasnya saja sudah di dalam akuarium dan hidup dengan insang?

Pernahkah kalian terpikir, bahwa hidup di dalam akuarium juga bukanlah sebuah pilihan bagi sang penikmat ikan yang berjantung?

Dan pernahkah kalian terpikir, bahwa hal yang awalnya hanya sebatas mengagumi, berubah jadi urusan hidup dan mati?

Pada akhirya, sang penikmat ikan hanya bisa menerima kenyataan bahwa nyaris mustahil seekor ikan dapat bertahan hidup diluar akuarium bersama seorang manusia, tak peduli mau bagaimanapun usaha yang telah dilakukan oleh sang penikmat ikan.

Pada akhirnya, pergi tak lagi menjadi sebuah pilihan.

One Reply to “Akuarium”

  1. Very rapidly this site will be famous among all blog viewers, due to it’s pleasant articles

Leave a Reply